Langsung ke konten utama

BELAJAR NAIK SEPEDA



BELAJAR NAIK SEPEDA

“Abi benarin sepedaku ya, Kayza mau belajar naik sepeda roda dua,” pinta Kayza kepada  Abinya.
 “ Iya ayo kita perbaiki  dulu sepedanya setelah baru Abi ajarkan Kayza naik sepeda,” kata Abi sambil mengambil sepeda dibelakang rumah.
Sebelumnya Abi belum sempat untuk memperbaiki sepeda dan sekarang Abi ada waktunya. Kayza senang sekali mendengarnya. Kayza pun siap-siap untuk ikut Abi memperbaiki sepeda di bengkel depan Pasar Kito. Bengkelnya tidak jauh dari rumah. Sepedapun dengan mudah dibawa kesana.
“Abi susah tidak belajar naik sepeda?”tanya Kayza dengan rasa ingin tahunya.
”Tidak sayang asalkan Kayza mau berusaha” kata Abi sambil mengelus kepala Kayza.
“Nanti Abi pegangin sepedanya ya,” kata Kayza mengingatkan.
 “ Tentu sayang nanti Abi akan pegangin sepedanya,” Abi meyakinkan Kayza yang lagi semangat untuk belajar naik sepeda.
            Butuh waktu untuk memperbaiki sepeda Kayza karena yang rusak roda dan rantai. Kayza dengan sabar menunggu sepedanya. Tak lama kemudian selesai juga sepedanya diperbaiki. Sampai dirumah Kayza langsung belajar naik sepeda yang sudah dimodifikasi menjadi sepeda roda dua, sebelumnya roda empat.
 “ Ayo konsentrasi ya lihat ke depan,” kata Abi yang mengajari Kayza naik sepeda. Kayza sangat semangat sehingga dengan mudah bisa mengendarai sepeda roda duanya tanpa pegangan tangan Abinya.
“Alhamdulillah Abi akhirnya Kayza bisa,” kata Kayza bersemangat.
Kayza semakin percaya diri untuk mengayuh walau sebelumnya jatuh bangun tapi tidak mengurangi semangatnya untuk bisa naik sepeda roda dua. Akhirnya dengan keinginan yang kuat Kayza bisa mengayuh dengan cepat sepedanya, sepeda kecilnya.

#20harimenulis#FLPJambi#Day12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pekan Ceria

Pekan Ceria By Detty Herawati Wajah gembira gempita Sambut hari pekan nan suka Bergandengan sambil melangkah Hari yang dinanti kan tiba Tak sabar ku beri tanda gembira Untuk berhenti sejenak dari penat Ayah bunda temaniku berpekan Bersama teman di pekan ceria Ceriakan hatimu Ceriakan ragamu Ceriakan langkahmu Ceriakan cerita hidupmu Waktu tak akan mundur Terus maju menapaki jalan Jalan kehidupan yang penuh Ceria bila itu terpatri dalam jiwamu Dapatkan hari-harimu Di pekan ceriamu.. #20harimenulis#FLPJambi#Day17

"Akibat Kamar Tidak Bersih"

"Akibat Kamar Tidak Bersih" "Uh...Apa ini ? gatal sekali kakiku." Cika mengeram kesakitan saat kakinya di gigit hewan yang kecil ini. Tampak segerombolan semut mengitari permen yang lengket diatas karpet tempat Cika berdiri. "Ibu...sakit ."  Cika berteriak karena tidak tahan dengan banyaknya gigitan semut yang mengerumuni kakinya. Ibu Cika pun meninggalkan aktivitas menyulamnya untuk melihat putri semata wayangnya itu.  " Astaghfirullah , Cika kakimu merah-merah semua ." kata Ibu sambil memegang kaki Cika. Langsung ibu mengambil minyak But but untuk dibaluri kekaki Cika. "Ibu banyak semut tadi Cika nggak sempat untuk berlari keburu semut-semutnya menggigit," kata Cika dengan wajah sedihnya. Beberapa hari yang lalu... Cika dengan asyiknya membawa semua jajanan yang dibelinya di supermarket kekamarnya. Cika sudah terbaisa memakan jajanan di kamarnya. Dan Cika malas sekali untuk membersihkan kamarnya, alhasil dimana-mana bersera...

TERGODA MANGGA

Tergoda Mangga Bedu suka sekali bermain layang-layang. Pernah layang-layangnya tersangkut di pohon mangga. Dan anak-anak lainnyapun mengejar layang-layang yang tersangkut itu. Tanpa memikirkan akibatnya yang penting layang-layang yang tersangkut harus berhasil mereka ambil. “ Bedu ayo terus panjat pohonnya layng-layangnya ada di ujung dahan itu. ” Dani mengarahkan tangannya kearah layang-layang itu tersangkut. Dengan sigap Bedu meraih layang-layang yang putus itu. “ Horeee berhasil,” kata Bedu dengan riang gembira. Bedu pun turun dari pohon tapi kakinya tertahan karena melihat banyak sekali mangga yang matang di pohon itu. Cukup menggoda ditambah lagi mangga itu sangat manis. “ Ah nggak apa-apa kan aku cuma ambil satu tidak ketawan juga buahnya banyak.”batin Bedu berkata.   Bedupun mengambil mangga itu dan di sembunyikannya didalam bajunya. Saat tiba di bawah Bedupun membaur dengan teman-temannya. Sejak saat itu Bedu sering mengambil mangga karena tidak dijaga ol...