Langsung ke konten utama

"Akibat Kamar Tidak Bersih"

"Akibat Kamar Tidak Bersih"

"Uh...Apa ini ? gatal sekali kakiku."
Cika mengeram kesakitan saat kakinya di gigit hewan yang kecil ini. Tampak segerombolan semut mengitari permen yang lengket diatas karpet tempat Cika berdiri.

"Ibu...sakit ."  Cika berteriak karena tidak tahan dengan banyaknya gigitan semut yang mengerumuni kakinya. Ibu Cika pun meninggalkan aktivitas menyulamnya untuk melihat putri semata wayangnya itu.
 " Astaghfirullah , Cika kakimu merah-merah semua ." kata Ibu sambil memegang kaki Cika. Langsung ibu mengambil minyak But but untuk dibaluri kekaki Cika.
"Ibu banyak semut tadi Cika nggak sempat untuk berlari keburu semut-semutnya menggigit," kata Cika dengan wajah sedihnya.

Beberapa hari yang lalu...
Cika dengan asyiknya membawa semua jajanan yang dibelinya di supermarket kekamarnya. Cika sudah terbaisa memakan jajanan di kamarnya. Dan Cika malas sekali untuk membersihkan kamarnya, alhasil dimana-mana berserakan bekas bungkusan jajanannya. Ditambah lagi asisten rumah tangga Cika lagi pulang kampung jadi hanya dibersihkan ala kadarnya. Akibatnya baru terasa tatkala teriakan Cika sampai ke telinga ibunya.

" Cika tahu siapa yang bersalah kalau kaki Cika merah-merah dan gatal?" tanya Ibu mencoba menyadarkan Cika dengan kebiasaannya makan jajanan tidak dibersihkan.
" Iya bu salah Cika, coba saja kalau Cika langsung membersihkan bekas permen yang jatuh mungkin semut-semut itu tidak datang ke karpet Cika," jawab Cika sambil mengakui perbuatannya.
 " Sekarang Cika tahu apa yang harus dilakukan Cika kan ?"tanya Ibu lagi.
 " Iya bu, Cika akan membersihkan kamar dan tak akan membiarkan semut-semut itu datang lagi dan menggigit kaki Cika lagi," jawab Cika semangat.
Cika tak ingin digigit lagi apalagi dikerumuni semut wah kapok deh. Teman-teman juga kan yuk dari sekarang kita menjaga kebersihan karena bersih itu sehat.

#Ceritasehatku
#dongengkakdeti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AHAD

AHAD By Detty Herawati Gema kalam ilahi memenuhi relung hati Hati yang menjerit tersayat di antara serpihan asa dan harapan Bisakah bertahan rasa pedih di sekujur tubuh saat Engkau menyebut Ahad..Ahad.. Ahad Mendengar keteguhan jiwamu para syahid dan syahidah Bergetar keimanan yang penuh dengan ainul yaqin atas keberadaan sang maha pencipta Hanya Engkau tumpuan kami Ahad. .Ahad. .Ahad Tatkala ujung tombak sampai ke nyawa para syahid dan syahidah Tak satupun getar dengan tombak yang menghunus tajam sampai tak terasa di kalbu karena didalamnya ada Ahad.. Ahad. .Ahad Ya Robbi hanya sebutan itu hadir bersama harapan ridhoMu Tak getar hadapi ujian dari dunia yang tidak memihakMu Hanya kata- kata ini sebagai tameng kekuatanku Ahad.. Ahad. .Ahad #20harimenulis#FLPJambi#Day15

TERGODA MANGGA

Tergoda Mangga Bedu suka sekali bermain layang-layang. Pernah layang-layangnya tersangkut di pohon mangga. Dan anak-anak lainnyapun mengejar layang-layang yang tersangkut itu. Tanpa memikirkan akibatnya yang penting layang-layang yang tersangkut harus berhasil mereka ambil. “ Bedu ayo terus panjat pohonnya layng-layangnya ada di ujung dahan itu. ” Dani mengarahkan tangannya kearah layang-layang itu tersangkut. Dengan sigap Bedu meraih layang-layang yang putus itu. “ Horeee berhasil,” kata Bedu dengan riang gembira. Bedu pun turun dari pohon tapi kakinya tertahan karena melihat banyak sekali mangga yang matang di pohon itu. Cukup menggoda ditambah lagi mangga itu sangat manis. “ Ah nggak apa-apa kan aku cuma ambil satu tidak ketawan juga buahnya banyak.”batin Bedu berkata.   Bedupun mengambil mangga itu dan di sembunyikannya didalam bajunya. Saat tiba di bawah Bedupun membaur dengan teman-temannya. Sejak saat itu Bedu sering mengambil mangga karena tidak dijaga ol...

ANGKOT YANG SETIA

ANGKOT   YANG SETIA             “Umi beli buku ya di Trona,”pinta Kayza. Ini sekian kalinya Kayza meminta untuk dibelikan buku. Uminya belum ada waktu karena seminggu ini mendongeng terus. Akhirnya hari ini Umi bisa mengajak Kayza ke Trona tapi tanpa Abi jadi naik angkot.   “Asyik naik angkot,” sorak Kayza dengan gembira. Kayza memang sangat senang naik angkot bila berpergian apalagi bersama umi yang selalu menemani. Diangkot tidak membosankan, karena Kayza selalu membawa buku untuk dibaca saat naik angkot sambil menunggu sampai ketempat tujuan. “Umi nanti kalau di angkot Kayza ya yang memberi ongkosnya,” kata Kayza mengingatkan umi. “ Iya sayang,” jawab umi sambil tersenyum.             Perjalanan dengan angkot, umi selalu mengingatkan untuk berdoa memohon perlindungan Allah juga tidak mengeluarkan tangan dan kepala di jendela. Dan Kayza sudah tahu be...